Selasa, 31 Mei 2016






Argopuro

Dengan ketinggian 3088 mdpl in, terkenal dengan track terpanjangnya. gunung yang masih alami, terdapat merak yang biasa terlihat di daerah cikasur, jika memang sedang beruntung. Pengalaman saya di argopuro masih terbilang awal. dan waktu itu saya mendaki dengan 4 teman cewek saya, sekitar februari 2016 yang lalu. Pendakian yang kami lakukan masih terbilang mudah, karena dari basecamp jalur bremi kami diberi peta yang mudah dibaca, dan sepanjang jalur sudah nampak jalurnya dengan jelas. Selain itu, tanda tulisan menuju per pos juga jelas, sehingga kami mudah untuk menemukannya.

Saya dan teman - teman saya mendaki argopuro lewat jalur bremi dan turun lewat jalur baderan.awal untuk istirahat yang kita tuju yaitu taman hidup. Perjalanan menuju kesana sedikit melatih emosi kami. Karena banyak melewati pertigaan dan perkiraan dengan peta ternyata salah, dan masih jauh. target kami waktu itu berangkat pukul 10.00 dan sampai di taman hidup pukul 17.00, tetapi kami masih di jalan hingga pukul 18.00. kami benar - benar hampir putus asa waktu itu, sehingga kami memutuskan berhenti dan sholat terlebih dahulu. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, dan dibelokan awal ternyata sudah ada plang bertuliskan taman hidup, dan membuat kita lega. Kami langsung mendirikan tenda, dan masak untuk makan malam.

Keesokan harinya, kami mengambil air di danau untuk persediaan kami. Dan mitos yang ada di danau itu, kami buktikan sendiri. kami berteriak dan bercanda di dekat danau, tiba - tiba kabut turun ke arah danau. Tetapi saat kita diam dan suasana hening, kabut itu menghilang. awlanya saya sendiri juga tidak percaya, tapi telah dibuktikan sendiri mitos itu benar adanya.

Kami memulai perjalannan kembali, dan kami akan makan siang di cemara lima. Perjalanan ke cemara lima cukup terjal, karena memang di jalur bremi jalannya lebih terjal dibanding jalur baderan. Sesampai di cemara lima, kami mebuka makanan ringan dan agar - agar untuk mengisi perut. Angin di cemara lima cukup kencang, hingga terdapat bunyi yang jelas sekali. setelah cukup beristrirahat, kami melanjutkan perjalanan. dan kami menargetkan akan mendirikan tenda di savana lonceng atau alun - alun lonceng yang dekat dengan puncak arca, aropuro dan rengganis. Sesampainya di sana, kami mendirikan tenda dan seperti biasanya kami juga masak untuk makan malam. Udara di savana lonceng cukup dingin sehingga membuat malas untuk bergerak,. saat itu, sempat hujan juga.

Esoknya kami upacara di puncak argopuro dan menikmati pemandangan sebentar di sana. walaupun tak terlihat apa - apa, tetapi kami bisa ada di ketinggian 3088 mdpl. setelah ke puncak argopuro, kami mampir sebentar di puncak rengganis. di puncak ini sering dibuat ziarah oleh warga setempat.

Setelah puas menikmati pemandangan disana, kami melanjutkan perjalanan turun dan kami berisitirahat di cikasur. Inilah ikon argopuro selain danau taman hidup. dengan satu pohon di tengah savana. Dan saat matahari terbit, sangat bagus untuk view di cikasur ini. sayangnya, kami tidak bertemu merak, kami hanya mendengar suaranya saja. Di sini kami bertemu rombongan dari surabaya.

Di cikasur juga terdapat selada air di sungainya, sehingga kami bisa membuatnya dengan bumubu pecel. Kami melanjutkan perjalanan pulang dan target kami langsung ke basecamp. Kami melewati mata air 2 dan satu,. Saat sampai di makadam, kami benar - benar merasa ini adalah long march bukan mendaki, karena basecamp didesanya juga tidak terlihat dan masih jauh sekali. Di sinilah kami sedikit emosi, hhe karena jalannya yang landai tetapi dapat dilewati motor, selain itu licin karena hujan, dan jauh sekali. Pukul 20.00 barulah kita sampai di basecamp untuk bersih - bersih dan pulang. Hufttt perjalanan yang melelahkan tetapi seru sekali.

salam lestari!
salam senyum semangat:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar